Klasifikasi Obat

(1/1)

andiesamsoe:
Sederek sedanten, nyuwun sewu bade sharing informasi, mungkin saged nambah informasi lan referensi kagem sederek sedanten. Manika informasinipun:

Klasfikasi obat:

1.   Obat Bebas
Obat yang juga dikenal dengan istilah OTC (Over-the Counter) ini bisa menjadi pilihan di saat ada kebutuhan untuk melakukan pengobatan sendiri, mis. ketika ada gejala flu ringan, dll. karena obat kategori ini bisa kita beli tanpa dengan resep dokter. Namun jika kita telah mengkonsumsi 1 kemasan tetapi belum sembuh juga maka konsultasilah ke dokter dan jangan sekali mencoba obat keras (antibiotika, dll.). Obat Bebas ini terdapat 2 jenis :
a.   Obat Bebas
•   Di kemasannya ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam.
•   Distribusinya adalah di apotek, warung/toko obat, atau bahkan di waroeng2 umum dan bisa dibeli tanpa resep dokter.
•   Contoh : vitamin/multi vitamin.
Logo obat bebas:

b.   Obat Bebas Terbatas
•   Dulu disebut sebagai “obat daftar W” (dari kata warschuwing).
•   Di kemasannya ditandai dengan lingkaran biru bergaris tepi hitam
•   Biasanya ada tanda “P” (Perhatian) dengan kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam disertai dengan tulisan:
o   P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
o   P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
o   P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
o   P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
o   P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan
•   Distribusinya hanya di apotek saja (kalo ada obat kategori ini dijual di warung/toko obat itu adalah pelanggaran, so jangan beli dari situ) dan dapat bisa dibeli tanpa resep dokter dengan jumlah “terbatas”.
•   Contoh : obat asma, obat anti muntah atau obat flu (Noza), obat anti mabuk (Antimo)
Logo obat bebas terbatas:


2.   Obat Keras
a.   Obat yang juga dikenal dengan istilah ethical, dulu sering disebut sebagai “obat daftar G” (dari kata gevaarlijk = berbahaya).
b.   Di kemasannya ditandai dengan lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan huruf K di tengahnya.
c.   Contoh : antibiotika (amoxisilin, tetrasiklin, penisilin, dll.), obat yang berisi hormon (obat gangguan jantung, obat anti-kanker, obat penenang, obat kencing manis, dll.)
Logo obat keras:


3.   Psikotropika dan Narkotika
a.   Psikotropika : merangsang (mis. Ecstasy, Sabu-sabu)
b.   Narkotika : pembiusan, hilangnya rasa sakit (mis. morfin, kokain, ganja)

Semoga bermanfaat (tulisan ini diperoleh dari beberapa sumber).

simuh:
Kalau bangsanya obat kuat lelaki dan sejenisnya itu termasuk klasifikasi obat apa ya? Lalu obat impotensi, apa termasuk klasifikasi obat luar biasa keras, lalu bagaimana tuh..??

Kawulo Alit:
Tanya mas..
Kalo Puyer, jamu dan obat-obat tradisional itu ada kode/tandanya ga sih ?

andiesamsoe:
Kutip dari: Kawulo Alit pada November 13, 2009, 12:18:54

Tanya mas..
Kalo Puyer, jamu dan obat-obat tradisional itu ada kode/tandanya ga sih ?


Info klasifikasi jamu beserta logonya seperti ini sederek:

PENGGOLONGAN OBAT TRADISIONAL
Penggolongan obat di atas adalah obat yang berbasis kimia modern, padahal juga dikenal obat yang berasal dari alam, yang biasa dikenal sebagai obat tradisional. Obat tradisional Indonesia semula hanya
dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu obat t radisional atau jamu dan fitofarmaka. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, telah diciptakan peralatan berteknologi t inggi yang membantu proses produksi sehingga industri jamu maupun industri farmasi mampu membuat jamu dalam bentuk ekstrak.
Saat ini obat tradisional dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu jamu, obat ekstrak alam, dan fitofarmaka.
1.Jamu (Empirical based herbal medicine)
Logo Jamu :


Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara tradisional. Pada umumnya, jenis ini dibuat dengan mengacu pada resep
peninggalan leluhur yang disusun dari berbagai tanaman obat yang jumlahnya cukup banyak, berkisar antara 5 – 10 macam bahkan lebih. Bentuk jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris. Jamu yang telah digunakan secara turun-menurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, telah membuktikan keamanan dan manfaat secara langsung untuk tujuan kesehatan tertentu.

2. Obat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine)
Logo Obat Herbal terstandar :

Adalah obat t radisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat , binatang, maupun mineral. Untuk melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga mahal, ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung dengan
pengetahuan maupun ketrampilan pembuatan ekstrak. Selain proses produksi dengan tehnologi maju, jenis ini pada umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian preklinik seperti standart kandungan bahan berkhasiat , standart pembuatan ekstrak tanaman obat , standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis.

3.Fitofarmaka (Clinical based herbal medicine)
Logo Fitofarmaka :

Merupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia. Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal karena manfaatnya jelas dengan pembuktian secara ilimiah.

Demikian informasi yang saya peroleh dari beberapa sumber.
Sebagai tambahan, sebagian obat logonya terletak di boxnya/ kemasan besarnya, jadi pada kemasan kecil/ ecerannya logo tsb tidak ada, semoga informasi ini bermanfaat, matur nuwun.
 :)

andiesamsoe:
Kutip dari: simuh pada November 13, 2009, 12:08:54

Kalau bangsanya obat kuat lelaki dan sejenisnya itu termasuk klasifikasi obat apa ya? Lalu obat impotensi, apa termasuk klasifikasi obat luar biasa keras, lalu bagaimana tuh..??


Setau saya macem-macem mas, ada yang ethical, jamu, dll, tapi saran saya kalo beli ati-ati coz banyak obat kuat palsu (terutama jamu) maupun obat kuat yang belum terdaftar di BPOM, beredar di pasaran.. kadang berita obat/ jamu kuat palsu keluar di berita..
Klo mas simuh mo coba obat kuat coba cari di apotik atau toko obat terdekat, klo yang oral (diminum) coba "SPARTAX CAPSUL", obat kuat ini masuk golongan herbal, jadi kemungkinan lebih aman. Ada juga obat kuat yang kategori obat luar (dioles), namanya "TISSUE MAGIC MAN"...
Selamat mencoba.. he..he..  :drinks:

Navigasi

[0] Indeks Pesan