Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Iklan Gratis
Forum Pasar Solo  |  pasarPolSos  |  Sosial Budaya (Moderator: triyas, Om Kicau)  |  Topik: Imajinasi Solo Tanpa Kemacetan 0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini. « sebelumnya berikutnya »
Halaman: [1] 2 Turun Cetak
Pembuat

Imajinasi Solo Tanpa Kemacetan

 (Baca 7114 kali)
Surakarta, Jawa Tengah Indonesia
triyas
Lurah
*****

Piwales: +0/-0
Offline Offline

Tulisan: 22



« pada: September 08, 2009, 08:09:12 »

Opini Kota Kita Kompas Jateng 8/9/09

Pada Idul Fitri dipastikan kota Solo banyak kebanjiran tamu. Kendaraan dan Mobil plat nomer Ibukota dipastikan banyak bersliweran. Dalam hal ini, apakah aparat dan Pemkot Kota Solo sudah mulai mengantisipasi kemacetan lalu lintas yang bakal terjadi?
Seperti dilaporkan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Baskoro,  di Kota Solo  ada 20 titik rawan macet. Diantaranya Pasar Klewer, Pasar Singosaren, Pasa Nusukan, Pasar Kembang dan Kadipolo, Pasar Legi Pasar Jongke, Solo Grand Mall (SGM), Solo Square, Pusat Grosir Solo(PGS) , Simpang lima Komplang, simpang empat pasar Nusukan dan Pasar Nongko serta perlintasan Kerata Api Joglo Kadipiro.
Pemkot Solo  selaku pengambil keputusan jangan sampai  kehilangan akal mencari solusinya. Jalan keluar dari sebuah kompleksitas permasalahan kemacetan kota dibutuhkan  penataan sistem transportasi kota yang terarah, terencana dan manusiawai. Efek yang didapat  dari penataan lalu lintas yang baik menjadikan pengurangan waktu tempuh perjalanan (tidak mengurangi produktifitas kerja), mengurangi kepadatan lalu lintas serta penurunan polusi udara (CO2), karena emisi gas karbon dari kendaraan yang antre terjebak.
Mengatasi kemacetan tidak hanya pengalihan jalur berlalu lintas. Diperlukan kebijakan publik yang ”menyengat” warga dengan Perda.  Nurahmands (2009) mengusulkan untuk mengatasi kemacetan dari  Pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi,  tarif parkir progresif dan penyediaan tranportasi publik yang nyaman.
Penulis sendiri menambahkan dengan penataan bagi pedagang kaki lima, penataan parkir liar, pengoptimalan peranan jalan yang sudah ada dan pembiasaan warga untuk berlalu lintas yang baik. Sering ditemui sehari-hari mulai pejalan kaki, pengemudi sepeda dan becak tidak memanfaatkan jalur yang semestinya.
Terbatasnya wilayah kota Solo dengan luas wilayah 44,04 kilometer (2008) dan   tanah milik Pemerintah tinggal 4-5 hektar saja maka menambah kapasitas jalan merupakan hal yang tidak memungkinkan dan kurang manusiawi. Karena menambah dan perluasan jalan berarti pelanggaran hak milik warga yang mungkin terkena penggusuran. Imajinasi Kota Sol tanpa kemacetan sebuah dambaan warga.

FX Triyas Hadi Prihantoro
Studi Perkotaan Balai Soejatmoko Solo
Masuk
Kawulo Alit
Lurah
*****

Piwales: +7/-0
Offline Offline

Tulisan: 1870


pasarsolo
« Jawab #1 pada: September 08, 2009, 10:59:50 »

Opini Kota Kita Kompas Jateng 8/9/09

Pada Idul Fitri dipastikan kota Solo banyak kebanjiran tamu. Kendaraan dan Mobil plat nomer Ibukota dipastikan banyak bersliweran. Dalam hal ini, apakah aparat dan Pemkot Kota Solo sudah mulai mengantisipasi kemacetan lalu lintas yang bakal terjadi?
Seperti dilaporkan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Baskoro,  di Kota Solo  ada 20 titik rawan macet. Diantaranya Pasar Klewer, Pasar Singosaren, Pasa Nusukan, Pasar Kembang dan Kadipolo, Pasar Legi Pasar Jongke, Solo Grand Mall (SGM), Solo Square, Pusat Grosir Solo(PGS) , Simpang lima Komplang, simpang empat pasar Nusukan dan Pasar Nongko serta perlintasan Kerata Api Joglo Kadipiro.
Pemkot Solo  selaku pengambil keputusan jangan sampai  kehilangan akal mencari solusinya. Jalan keluar dari sebuah kompleksitas permasalahan kemacetan kota dibutuhkan  penataan sistem transportasi kota yang terarah, terencana dan manusiawai. Efek yang didapat  dari penataan lalu lintas yang baik menjadikan pengurangan waktu tempuh perjalanan (tidak mengurangi produktifitas kerja), mengurangi kepadatan lalu lintas serta penurunan polusi udara (CO2), karena emisi gas karbon dari kendaraan yang antre terjebak.
Mengatasi kemacetan tidak hanya pengalihan jalur berlalu lintas. Diperlukan kebijakan publik yang ”menyengat” warga dengan Perda.  Nurahmands (2009) mengusulkan untuk mengatasi kemacetan dari  Pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi,  tarif parkir progresif dan penyediaan tranportasi publik yang nyaman.
Penulis sendiri menambahkan dengan penataan bagi pedagang kaki lima, penataan parkir liar, pengoptimalan peranan jalan yang sudah ada dan pembiasaan warga untuk berlalu lintas yang baik. Sering ditemui sehari-hari mulai pejalan kaki, pengemudi sepeda dan becak tidak memanfaatkan jalur yang semestinya.
Terbatasnya wilayah kota Solo dengan luas wilayah 44,04 kilometer (2008) dan   tanah milik Pemerintah tinggal 4-5 hektar saja maka menambah kapasitas jalan merupakan hal yang tidak memungkinkan dan kurang manusiawi. Karena menambah dan perluasan jalan berarti pelanggaran hak milik warga yang mungkin terkena penggusuran. Imajinasi Kota Sol tanpa kemacetan sebuah dambaan warga.

FX Triyas Hadi Prihantoro
Studi Perkotaan Balai Soejatmoko Solo


Wow Pak Triyas nulis lagi. Mantebs pak !  Drinks
Masuk
Jokowu
Lurah
****

Piwales: +4/-0
Offline Offline

Tulisan: 259


« Jawab #2 pada: September 09, 2009, 03:19:09 »

Mantaps pak Triyas..  Drinks
Masuk
Kota Solo
Full Member
***

Piwales: +2/-0
Offline Offline

Tulisan: 213


« Jawab #3 pada: September 10, 2009, 10:29:47 »

Asal tidak sepeti Jakarta, macet terus  Matur Nuwun


Masuk
rurouni
Sr. Member
****

Piwales: +4/-0
Offline Offline

Tulisan: 324



« Jawab #4 pada: September 10, 2009, 11:13:48 »

saya mendukung...ciptakan Kota Solo yang tertib dan bebas dari kemacetan.

 Drinks Drinks

Masuk
Kota Solo
Full Member
***

Piwales: +2/-0
Offline Offline

Tulisan: 213


« Jawab #5 pada: Oktober 24, 2009, 09:07:40 »

Semoga imajinasi Triyas dapat terwujudkan di kota ini.  Drinks
Masuk
omK@r
Sr. Member
****

Piwales: +0/-0
Offline Offline

Tulisan: 264



« Jawab #6 pada: Oktober 27, 2009, 09:44:15 »

klo dah brangkat kerja n pulang kerja....

duh macetnya minta ampun....

secara, luas solo cuman skitar 40an km persegi (klo ndak salah)

untung ga kyak jkrta.... bisa jadi stress lama2 di solo...

klo dibuatin kereta api bwh/atas tanah, ga bkal mcet deh solo....

dari srgen, byolali, klaten, krnganyar, wonogiri, skhrjo ke solo naik kereta api... enak pasti....(mbayangin)
Masuk
salimbanget
Moderator
*

Piwales: +1/-0
Offline Offline

Tulisan: 442


salimbanget@yahoo.co.id
« Jawab #7 pada: Oktober 27, 2009, 10:20:28 »

ben seru sithik... macet ra popo. neng ojo kerep+suwe.

 Hahoo  Hahoo  Hahoo  Hahoo
Masuk
omK@r
Sr. Member
****

Piwales: +0/-0
Offline Offline

Tulisan: 264



« Jawab #8 pada: Oktober 27, 2009, 11:38:22 »

ben seru sithik... macet ra popo. neng ojo kerep+suwe.

 Hahoo  Hahoo  Hahoo  Hahoo

ben kuthone ketok gedhe lan rame... ngono po pye mas salim...

nek aq penting ora macet bnget...

 music music music
Masuk
pak bond
Full Member
***

Piwales: +0/-0
Offline Offline

Tulisan: 214



« Jawab #9 pada: Oktober 27, 2009, 12:15:13 »


dari srgen, byolali, klaten, krnganyar, wonogiri, skhrjo ke solo naik kereta api... enak pasti....(mbayangin)

dari klaten n jogja sudah sering pak. biasanya naek pramek. tapi yang dari wonogiri kiy yang parah. sehari cuman 2 kali, itupun cuma satu gerbong. tapi klo bisa diandalkan, mgk jadi alternatif yang mantap pak....
Masuk
omK@r
Sr. Member
****

Piwales: +0/-0
Offline Offline

Tulisan: 264



« Jawab #10 pada: Oktober 27, 2009, 12:28:05 »

semua juga berharap bgitu pak bond. ada moda transportasi solo-wonogiri, itupun rencana dah dipesankan rail bus (klo ndak salah) bisa mempercepat aktivitas antar kota. klo yg saat ini kan KA jlur slo-wng kebanyakan penumpangnya menuju ke jkt... moga sja rencana menghidupkn kembali jlur ini bner2 bisa terealisasi. Amin.

 Nyam Nyam
Masuk
salimbanget
Moderator
*

Piwales: +1/-0
Offline Offline

Tulisan: 442


salimbanget@yahoo.co.id
« Jawab #11 pada: Oktober 27, 2009, 01:21:21 »

ben seru sithik... macet ra popo. neng ojo kerep+suwe.

 Hahoo  Hahoo  Hahoo  Hahoo

ben kuthone ketok gedhe lan rame... ngono po pye mas salim...

nek aq penting ora macet bnget...

 music music music

lerez om komar
Masuk
Kawulo Alit
Lurah
*****

Piwales: +7/-0
Offline Offline

Tulisan: 1870


pasarsolo
« Jawab #12 pada: Oktober 27, 2009, 02:23:21 »

Andai... ini andai lho, warga Solo pada naik sepeda onthel, kira-kira masih macet ga yah ? Cheesy
« Edit Terakhir: Oktober 27, 2009, 02:30:56 oleh Kawulo Alit » Masuk
omK@r
Sr. Member
****

Piwales: +0/-0
Offline Offline

Tulisan: 264



« Jawab #13 pada: Oktober 27, 2009, 03:08:44 »

Andai... ini andai lho, warga Solo pada naik sepeda onthel, kira-kira masih macet ga yah ? Cheesy

wah ya jangan gtu,,, nanti dealer motor kan jdi tutup smua...

hehehe...

nek tujuannya dket, mending naik speda onthel. Sya nek dket (kira-kira 0-200m) malah jlan kaki, itung2 skalian olah raga.

nek tujuannya jauh, ya naik motor, bis, kreta api, mobil, psawat... ya klo ne masalah kejar wktu... hehehe
Masuk
pak bond
Full Member
***

Piwales: +0/-0
Offline Offline

Tulisan: 214



« Jawab #14 pada: November 02, 2009, 11:14:55 »

sedikit gambaran pak.
saya tiap hari berjalan dari balaikota ke perempatan ketandan (timur pasar gedhe), untuk nyegat bis ke arah wonogiri. jarak yang kurang dari 500 meter, sungguh mengagumkan, sekaligus memprihatinkan.
hampir tidak ada trotoar yang bisa saya gunakan untuk berjalan. yang ada di trotoar adalah dagangan para empunya toko, parkiran pekerja, warung hik, warung makan, tempat sampah. belum lagi ditambah perilaku sepeda motor dan becak yang nekat melawan arus di jalan satu jalur ini. mungkin bila ditambah truk yang mogok, 6 rodanya lepas, bensin'e habis, mesinnya hilang, sopir'e semaput, jadi tambah mantep....
sehingga pejalan kaki mau tidak mau harus 'turun jalan'.
dan saat akan menyeberang jalan ke sebelah timur, tampaklah hal ini.

sang sopir becak dengan santainya memarkirkan kendaraannya tanpa rasa bersalah. makan 1/2 jalan lajur yang ke utara. padahal pinggirnya kosong mlompong... kliatankan macetnya... sampe luwes....

ini baru jarak 500 meter. lha klo 44 km persegi ?
Masuk
Halaman: [1] 2 Naik Cetak 
Forum Pasar Solo  |  pasarPolSos  |  Sosial Budaya (Moderator: triyas, Om Kicau)  |  Topik: Imajinasi Solo Tanpa Kemacetan « sebelumnya berikutnya »
Lompat ke:  
Silakan update status facebook Anda via Forum Pasar Solo.

Untuk update status, Anda harus login FB terlebih dahulu.
» Thread Pilihan Kota Solo » Thread Menarik Pasar Solo


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2009, Simple Machines LLC
Didukung oleh MySQL Didukung oleh PHP Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Theme by Tamuril. Watch Soccer Online Stream Freeware Download Shareware Download Free PDF Download PDF Manual Download Car Manual PDF Free Watch TV Streaming Free Online News Windows Software Download Windows Multimedia Download Free Windows Downloads Sewa Mobil Murah

Hotel in Solo - Accommodation in or around Solo Indonesia
Baju Batik Murah
Hotel Solo Indonesia Kemeja Batik Murah
Wisata Solo
Free PDF Download
Owners Manual PDF Download
Car Manual PDF Download
Resep Asparagus
MP3 Download
Download MP3 Free
MP3 Song Download
MP3 Download Free
News Online
Rental Mobil Solo
Sewa Mobil Solo